SISTEM ANTAR KONEKSI TEGANGAN 20 KVA TIDAK EFISIEN

0
561
Photo : Istimewa

Bagansiapiapi TintaRiau.com, Melihat kondisi Listrik Sutrisno Ketua Dewan Pimpinan Daerah ALIANSI MASARAKAT PENYELAMAT UNGA NEGARA (DPD.AMPUN ) KABUPATEN ROKAN HILIR yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang PERSATUAN PEWARTA WARGA INDONESIA ( DPC.PPWI ) KABUPATEN ROKAN HILIR angkat bicara , Jika kita bicara tentang listrik sudah tentu bukan hal baru lagi bagi kita , listrik sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan kita ,bukan barang mewah atau sejenis nya , dari industri besar sampai industri rumah tangga hal terkecil mengunakan listrik , bahkan listrik salah satu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

Listrik PT.PLN (PERSERO ) Ranting Bagansiapiapi ada dua sistim yang di gunakan dalam  di kota Kabupaten Rokan Hilir , pertama PT.PLN (PERSERO) Ranting Bagansiapiapi mengunakan PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DISEL (PLTD) yang kita ketahui tegangan yang masuk kerumah kita 220 volt itu boleh kita lihat dan kita ukur sendiri dengan mengunakan alat ukur seperti avo meter , tang amper dari sana kita bias melihat tegangan rumah kita normal atau tidak , yang kedua PT.PLN(PERSERO)Ranting Bagansiapiapi mengunakan Tegangan yang di suplay dari PT.PLN (PERSERO)Ranting Duri PT.PLN(PERSERO)Cabang Dumai yang mengunakan sistim antar koneksi tegangan 20 kva disini kita melihat betapa rendahnya mutu tegangan di rumah konsumen , seperti di Kecamatan Pedamaran , Rimba Melintang , di kepenghuluan Bagan Punak , serta daerah kecamatan dan kepenghuluan yang mengunakan teganan listrik 20 kva tidak maksimal bahkan sering mati pasokan arus Listrik dari PT.PLN(PERSERO) di bawah Cabang Dumai , sementara kita tau bahwa moto PT.PLN (PERSERO) UNGGUL DALAM PELAYANAN , dimana letak unggul dalam pelayanan bila sering mati lampu , jika angin , hujan , cuaca bagus pun di daerah yang di lalui sistim tegangan 20 kva sering mati , jika sering terjadi hidup mati , hidup mati  arus listrik dapat merusak peralatan perangkat lunak  di rumah tangga.

Masih menurut SUTRISNO Ketua DPD.AMPUN KAB ROHIL  untuk mengetahui daya di rumah kita tidak sulit sebagai contoh , jika kita mengunakan daya 900 va cara menghitungnya tegangan dikalikan dengan amper maka kita mendapatka daya yang terpasang dalam kondisi normal ( 220 volt x 4 Amper = 880 va Daya terpasang (900 va) ) nah jika tegangan tidak normal yang di salurkan ke rumah konsumen sebagai contoh ,  masuknya  tegangan 160 volt kita kalikan saja dengan amper yang terpasang di bawah kwh meter rumah kita (160 volt x 4 amper = 640  va daya yang masuk kerumah kita ) sementara kita membayar daya yang terpasang 900 , sementara kekurangan daya di rumah kita 260 va apa yg bias kita lakukan , tidak ada , seharusnya PT.PLN (PERSERO) memikirkan kekurangan kerugian konsumen nya , kalua 1 konsumen hilang daya 260 va jika 1000 konsumen sudah berapa kerugian masarakat,  apalagi masarakat yang menerima teganggan ujung dari travo
Untuk mengatasi kekurangan tegangan seharusnya PT.PLN (PERSERO) menaikan trap travo yg ada jika tidak mampu juga , tegangan setelah dinaikan traf travo , jika tidak mampu  harus di tambah dgn  trapo baru , jika dipaksakan maka terjadi OVERLOAD pada terapo , jika terapo kelebihan beban maka berdapak buruk pada terapo , meledaknya sebuah terapo distribusi diakibat kelebihan beban . sudah seharus nya PT.PLN (PERSERO) membangun Gardu Iduk (GI) di kota kabupaten Rokan Hilir , seperti Gardu Induk di Bagan Batu untuk meningkatkan pelayanan  Tegangan kerumah konsumen PT.PLN (PERSERO) Ranting  Bagansiapiapi dan sekitarnya yang mengunakan sistim antar koneksi 20 kva di ganti dengan mengunakan saluran tegangan tinggi ( sutet ) kata Sutrisno menutup pembicaraan dengan wartawan TintaRiau.com ( Chandra )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here