Ratusan Anak Kurang Mampu Di Rohil Ikuti Sunatan Massal Gratis

0
807

Rokan Hilir  ( TintaRiau.com ) – Sebanyak 200 anak kurang mampu di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau mengikuti sunat massal gratis dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional II tahun 2016 yang dipusatkan di Bagan Batu, Kecamatan Bagan Senembah.Ketua panitia acara, Mustaqim di Bagan Batu, Sabtu, mengatakan puncak Peringatan Hari Santri Ke-2 yang seharusnya dilaksanakan pada 22 Oktober, namun kegiatan ini diundur pada 20 November 2016.

“Dalam kegiatan ini kami menggelar berbagai acara mulai dari apel bersama, sunat massal, donor darah, santunan anak yatim dan festival rebana. Untuk sunat massal sebanyak 200 orang, sementara santunan anak yatim 500 orang,” kata Mustaqim.Ia mengatakan, tujuan utama dari kegiatan ini guna membantu masyarakat kurang mampu dan anak yatim.”Mudah-mudahan melalui bakti sosial ini bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Kami berharap bisa menjadi wadah motivasi bagi pihak lain untuk lebih menumbuhkembangkan kepedulian dan tanggung jawab sosial di masyarakat,” ucapnya.Bupati Rokan Hilir, Suyatno saat menghadiri acara memberikan apresiasi kepada para pimpinan pondok pesantren dan panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Semua kegiatan yang telah dilakukan hari ini cukup bagus meski baru pertama kali dilaksanakan di Rohil. Kalaupun ada kekurangan itu akan menjadi evaluasi kita bersama ke depannya,” ujar Suyatno.Menurut dia, makna peringatan Hari Santri ini sangat berdampak positif bagi pemerintah daerah dan berharap kerjasama tetap terjalin dengan baik.”Tanpa para Santri mungkin Rohil tidak akan bergerak sama sekali,” tegasnya.Bupati menambahkan bahwa Santri merupakan garda terdepan dalam memerangi bahaya terhadap isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang saat ini tengah marak, seperti insiden 4 November (411) yang terjadi di DKI Jakarta beberapa hari lalu.

“Sejauh ini Rohil dalam keadaan aman dan kondusif. Tapi kami berharap peristiwa itu tidak terjadi di daerah ini,” harapnya.Dia juga mengharapkan kepada para ustad dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, baik itu melalui pengajian maupun kutbah Jumat terkait persoalan tersebut.”Kita tidak mau seperti yang terjadi di DKI Jakarta. Apabila itu terrjadi di daerah ini akan lumpuh semua perekonomian. Tapi yang paling penting itu adalah stabilitas keamanan, politik, dan ekonomi. Semua itu yang harus kita bawa masyarakat untuk mengarah yang lebih baik,” demikian Suyatno.

TntaRiau.com (ADV) Jumaris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini