Di Pelabuhan Tanjung Buton Kec.Sei.Apit Kab.Siak diduga tidak menerapkan Porkes Covid-19 terlihat Pemudik Seperti Biasa

0
177

TINTARIAU.COM Siak , Senin, 03 / 05 / 2021 – terlihat sangat mudah pemudik yang masuk di pelabuhan Tanjung Buton kampung Mengkapan kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak untuk pembelian tiket tanpa banyak pertanyaan pihak keamanan.senin 03/05/2021.

“Terlihat pantauan awak media di lapangan begitu banyaknya pemudik di pelabuhan Tanjung Buton  tanpa menjaga jarak dan masih banyak yang tidak menggunakan masker.dan tidak terlihat juga tim gugus tugas covit 19 di lapangan,sementara pos penjagaan pun tidak ada.

Seharusnya pemerintah kecamatan sungai apit atau gugus tugas covit 19 harus memberi ketegasan terhadap pemudik di luar kabupaten atau di luar propinsi Riau apa lagi sungai apit termasuk zona merah.karna banyaknya masarakat yang positif covit 19.

Saat awak media menemui salah satu penumpang yang ada di pelabuhan Tanjung Buton yang tidak ingin di sebutkan namanya,apa ibuk masuk ke pelabuhan ini tadi tidak di periksa,tidak pak. hanya kita ke loket pembelian tiket aja.lalu awak media mempertanyakan kembali,di sini kan ada dinas perhubungan dan dari polairut bahkan dari TNI jugak ada apakah tidak ada pertanyaan waktu masuk ke pelabuhan,tidak ada pak sebutnya.hanya saja di arahkan untuk pembelian tiket aja.udah lama ibuk antri menunggu kapal ini,udah pak kurang lebih 4 jam.

Hal ini sangat di sayangkan,pemerintah sangat gencar gencarnya untuk memutus mata rantai virus Covit 19 ini tetapi pemudik bahkan dari luar pekan baru pun bisa melintas di kecamatan sungai apit salah satunya di pelabuhan Tanjung Buton.

Terkait masalah di operasikan pelabuhan Tanjung Buton ini awak media mencoba menghubungi DISHUP Propinsi Riau Andre Kurniawan,ST kepala UPT pengelola perhubungan wilayah ll,melalui WA iya mengatakan.

“Jadi begini bang…kami mengacu ke surat edaran gubernur..pm 13 memteri perhubungan dan adendum SE 13 satgas covid 19 dimana sebelum peniadaan mudik dilakukan pengetatan dengan pemeriksaan rapit atau pcr..tapi kami tidak ada diberikan tim pemeriksaan dari dinkes siak dan kkp siak..tapi kami tetap berusaha menajalankan dengan protokol kesehatan. Kemudian dalam SE satgas ada pengecualian di pasal d untuk lintasan angkutan laut dalan provinsi tidak diperlukan menunjukan hasil rapit atau pcr. Namun terkait diakusi dengan tim satgas siak mulai besok kami akan lakukan pengetatan di pelabuhan dengan menunjukkan hasil rapit atau pcr.

dan bagi penumpang yang tidak bisa menunjukkan akan kita suruh kembali ketempat asal..dan berdasrkan surat edaran gubernur..pelabuhan akan kita tutup mulai tanggal 6 sampai 17..setelah itu kita lakukan pengetatan kembali..begitu bang.ucapnya

Masih di tempat yang sama awak media mencoba menghubungi Camat Sungai Apit Wahyudi,terkait pemudik yang menyalahi protokol kesehatan dan berkerumunan apa lagi kapal yang masih di operasikan ,iya sangat menyayangkan kepada pihak pengelola pelabuhan dan agen,tetapi kita tetap memberi sangsi tegas terhadap pelanggaran ini.dan saya akan kordinasi tim gugus tugas kabupaten Siak agar segera di tindak lanjuti.apa lagi kapal yang masih beroperas di pelabuhan Tanjung Buton ini kita akan segera turun ke lapangan dan akan saya cek langsung.imbuhnya.

 

( Redaksi TR / Wardani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here