Bakar Tongkang Puluhan Ribu Tionghua Perantau Pulang Ke Bagansiapiapi

0
324

Rokan Hilir TINTARIAU.COM Bagansiapiapi , 19/06/2019 – Sedikitnya 50.000 warga Tionghoa asal Rokan Hilir pulang  ke kampung halaman nya yaitu Bagansiapiapi Kab.Rokan hilir daerah pesisir Provinsi Riau. untuk mengikuti tradisi nenek moyang mereka Bakar Tongkang.

“Mereka ada yang sekarang tinggal di Singapura, Australia, Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan dan Pekanbaru. Para perantau yang datang, menginap di hotel, wisma, klenteng dan mess yayasan,” kata panitia pelaksana Bakar Tongkang, Randy Gunawan alias Kopeng saat di wawancarai tintariau.com

Bakar Tongkang merupakan tradisi turun-temurun bagi warga Tionghoa Bagansiapiapi untuk menghormati nenek moyang mereka. Hal ini membuat puluhan ribu perantau yang kini tinggal di berbagai kota di dalam dan luar negeri seperti pulang kampang khusus untuk menghadiri Bakar Tongkang.

Menurut dia, ada 15 hotel dan puluhan mess yang digunakan untuk penginapan selama Bakar Tongkang. “Bila ada tamu-tamu kami yang datang, tapi tak kebagian hotel atau tak ada rumah keluarga, panitia telah menyiapkan penginapan di mess klenteng,” ujar Kopeng.

Masih menurut Rendy Gunawan yang disapa akrap dengan kopeng proses ritual Bakar Tongkang akan dilaksanakan hari ini, Rabu (19/6/2019), mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Biaya untuk pelaksanaan Bakar Tongkang mancapai Rp 500 juta – Rp 600 juta. Jumlah itu hanya untuk pembiayaan ritual saja, seperti membeli peralatan replika tongkang, peralatan sembahyang dan lain sebagainya.

Biaya ritual sembahyang berasal dari sumbangan kolektif tanpa bantuan dari pemerintah daerah. Pemerintah hanya membantu pada kegiatan festival dan beberapa bantuan fasilitas lainya. “Intinya kami tetap berkoordinasi dengan Gubernur Riau dan Bupati Rokan Hilir, agar kegiatan ini berjalan sukses dan mengajak warga Tionghoa Bagansiapiapi yang di perantauan untuk membangun Kabupaten Rokan Hilir,” tandasnya.

Proses Ritual Bakar Tongkang dimulai dari Klenteng Ing Hok Kiong, yang merupakan klenteng tertua di Kota Bagansiapiapi. Dari klenteng tersebut para peserta Bakar Tongkang bergotong royong, bahu membahu secara bergantian mengeluarkan replika tongkang atau kapal yang sudah disiapkan sejak beberapa bulan lalu.

Replika Tongkang itu digotong secara bergantian, diikuti oleh peserta ritual dan pengunjung yang hadir. Melintasi jalan yang menjadi rute arak-arakan Bakar Tongkang. Dimulai dari jalan klenteng selanjutnya melewati jalan perniagaan hingga sampai di lokasi ritual bakar bakar tongkang dilaksanakan, guna menunggu jatuhnya arah tongkang.

(Redaksi /TR 07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here