Warga Tionghoa Rohil Antusias Sambut Kedatangan Raja Baut

0
2009

Rokan Hilir Tinta Riau.com Bagansiapiapi Jum’at 09/ 06 / 2017  – Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) khususnya masyarakat tionghoa menyambut kedatangan pengusaha muda, Sugianto alias Raja Baut.

Alumni dari yayasan perguruan wahidin (YPW) angkatan 1993 itu dikenal murah hati dalam membantu masyarakat dan kebutuhan kelenteng. Salah satu contoh ia telah membangun gedung serbaguna senilai Rp60 Miliar untuk kegunaan hiburan ritual bakar tongkang (RBT).

Demikian dikatakan oleh ketua kelenteng Ing Hok King, Oliong Kamis (8/6/2017) di kediaman Raja Baut, Jalan Kelenteng, Bagansiapiapi. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kemuliaan hati Raja Baut dan kepedulian terhadap kampung halamanya terutama membantu kelenteng khususnya kebutuhan perayaan RBT setiap tahunnya.

Sementara itu Raja Baut saat diwawancarai mengaku sangat bangga atas sambutan yang diberikan oleh masyarakat rohil. Dimana perayaan bakar tongkang tahun ini sebutnya sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena tahun ini hiburan penampilan artis dari malaysia dan taiwan dipusatkan di gedung serbaguna yang diberi nama IP Plaza.

Raja Baut juga mengatakan kalau perayaan RBT setiap tahunnya diselenggarakan dikota bagansiapiapi mampu mengangkat perekonomian masyarakat rohil. “Saya merasa bangga punya kampung halaman Bagansiapiapi,  dan ini bukanlah kali pertama saya pulkam melainkan sudah yang ke 10 tahunnya,” Akunya.
Tanpa adanya perayaan RBT ini Wisatawan baik wisata manca negara (Wisman) maupun wisata nusantara (Wisnu) bisa dihitung jumlahnya yang berkunjung di Bagansiapiapi. Tapi dengan adanya perayaan RBT ini jumlah wisman maupun wisnu setiap tahunnya puluhan ribu. Bahkan, kota kecil kelahiran saya ini bagaikan lautan manusia.

“Suksesnya acara ini setiap tahunnya tidak terlepas dari semua pihak yang telah banyak membantu termasuk wartawan. Sehingga perayaan itu dikenal oleh dunia dan masuk kelender nasional,” ucapnya dengan rasa bangga.

Lebih jauh raja baut menyampaikan kalau dirinya tetap menghormati nilai-nilai leluhur dan budaya daerah.  “Kita harus ingat apa yang disampaikan oleh leluhur, maka dari itu harus bisa nikmati oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari tingkatan atas hingga kebawah,” ucapnya.

(tintariau.com/ jum’s.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here