Pertemuan Dirut RSUD Dumai Dengan Team LPAI Riau , Lembaga K.P.K. dan Perwakilan Kelg Pasien , Dirut RSUD Dumai Meminta maaf pada keluarga Pasien

0
1079

DUMAI TINTARIAU.COM Senin , 08 / 03 / 2021 – Bicara sebuah kota yang berkembang di sumatra maka kita sudah pasti tertuju Kota Dumai,yang merupakan kota industri dan pariwisata ,terutama industry pengolahan minyak bumi , minyak kelapa sawit dan gas bumi handalan Provpinsi Riau,yang berbatasan langsung dengan selat malaka nengeri jiran Malaysia.

Sabtu pihak RSUD dumai mengadakan pertemuan rapat dengan Team LPAI Riau yang terdiri dari YSCU, Lembaga K.P.K. Dan Perwakilan Keluarga Pasien, sekira jam 10 sampai selesai , rapat di hadiri oleh : Pihak rsud drg.Ridhonaldi Dirut rsud dumai, dr.Herman Kepala Pelayanan, Zefri , Esther Yuliani Manurung Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia ( LPAI ) Riau Pekanbaru,Samsul Huda maneger program dari yayasan sahabat cinta umat pekanbaru, Dedet Dwi Nata tim keuangan dari yayasan sahabat cinta umat Pekanbaru, Sutrisno Ketua Pimda Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga K.P.K) Kota Dumai, Sri Niningsih ( Neneng ) Sekretaris Pimda Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi ( Lembaga K.P.K ) Kota Dumai yang juga tergabung dalam Tim Lembaga Perlindungan Anak Indonesia ( LPAI ) Dumai, Ny.Yovie Relawan Yayasan Sahabat Cinta Umat dan Rumah zakat Pekanbaru Jodi Pratama dari Di Dinas Kesehatan , Dayat Perwakilan keluarga,Aderman Ketua Pemuda Dumai dan beberapa media televisi Nasional . (Sabtu ,10-03-2021), Rapat di pimpin dr.Herman,setelah dirut rsud dumai hadir,Rapat di pimpin langsung oleh drg.Ridhonaldi selaku Dirut rsud , untuk  mendengarkan  saran serta masukan di ruang Dirut RSUD Dumai, pihak rsud dumai lebih banyak mendengarkan dan mencatat , saran dan masukan masukan dari team LPAI Riau bersama rekan rekan yang di ruangan dirut rsud kota dumai .

Ketika wartawan tintariau.com mengkonfirmasikan kepada Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia ( LPAI ) Riau Esther Yuliani Manurung usai rapat di ruangan dirut rsud dumai menjelaskan , begitu mendapat laporan dari yayasan Sahabat cinta umat ( YSCU ), yang pada saat itu Ketua LPAI Riau ibu Esther Yuliani Manurung sedang ada kegiatan Sosialisasi dari kemsos dihotel the Zuri pekanbaru , kemudian team yayasan sahabat cinta umat menyampaikan kepada ibu esther yuliani manurung , ada pasien yang perlu bantuan pengadaan ruang picu di Rsud Arifin Ahmad. Yang awal nya pasien anak ini sudah di rawat di RSUD Dumai dalam 16 hari , disaat anak dirawat 3 hari di RSUD Dumai , pihak rsud dumai mengatakan harus segera dirujuk ke pekanbaru,di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru , namun pihak rsud dumai sudah menghubungi RSUD Arifin Ahmad dengan jawaban tidak ada ruang picu, sampai tangal 03 maret 2021 kemarin masih belum ada ruang picu infonya. Saat yayasan sahabat cinta umat melaporkan ke ketua LPAI Riau.

Esther yuliani manurung pada kamis malam itu ( 04-03-2021 ),ibu ketua LPAI Riau. esther yuliani manurung langsung mengatakan ke team yayasan sahabat cinta umat , setelah solat jumat kita ke RSUD Arifin Ahmad.ucap bu esther, akhirnya setelah solat jumat (05-03-2021) team Lpai riau & team yayasan sahabat cinta umat berangkat ke RSUD Arifin Ahmad.

Sesampai di Rsud Arifin Ahmad, ibu ketua LPAI Riau mendatangi ruang Humas Rsud Arifin Ahmad , namun saat itu humasnya lagi ada rapat info dari staf nya , dan kami team LPAI Riau bersama yayasan sahabat cinta umat diarahkan ke ruang pengaduan, team bertemu dengan salah satu staf yang ada diruang pengaduan. Dan langsung mengarahkan dan mengantarkan nya  ke ruang UGD menemui staf yang ada disana , memang saat ibu esther menanyakan hal ruang picu tersebut , salah satu staf disana mengatakan ruangan penuh , ketua LPAI Riau mengatakan ruangan picu itu untuk pasien anak yang akan dirujuk dari Rsud Dumai , yang menderita meninggitis , sejak pasien anak tersebut ada di Rsud dumai , pihak rsud dumai ,info dari ibu pasien anak tersebut , Rsud dumai sudah menghubungi rsud Arifin Ahmad, namun tetap tidak ada ruang picu di Rsud Arifin Ahmad Pekanbaru info dari ibu pasien anak itu,si ibu selalu menanyakan kepada perawat di Rsud Dumai, kapan lagi suster anak saya akan dirujuk , ucap ibu pasien , namun suster mengatakan.sudah  menanyakan ruangan picu tidak ada di pekanbaru ,ibu esther yuliani manurung  mendapat telpon dari ibu pasien anak tersebut .

Masih menurut Ketua LPAI Akhirnya dari staf pengaduan menghubungi direktur Rsud Arifin Ahmad, melalui dr Boni diruang  UGD & staf yang ada di Rsud Arifin Ahmad. mengecek ruangan picu yang ada di RS, kemudian staf yang ada di UGD mengatakan ada ruang picu yang masih ada pasien nya, namun akan pindah keruangan lain, ruangan ini lah rencana yang akan diberikan ke pasien anak dari Rsud dumai tersebut. Karna akan di sterilkan dulu, menjelang disterilkan , dr Boni mengatakan kepada Ketua LPAI ibu esther yuliani manurung , boleh dikirimkan pasien anak ke Rsud Arifin Ahmad. Dengan melengkapi rekam medis terakhir pasien anak. Saat itu juga kak Samsul diminta untuk menghub kelg (ibu )pasien anak untuk siap segera menginfokan ke perawat yang ada di Rsud Dumai , degan melengkapi rekam medis terakhir dari pasien anak ,namun saat diifokan oleh ibu pasien anak tersebut .

Perawat tersebut mengatakan, siapa yang bilang sudah ada ruang picu di Rsud Arifin Ahmad? lalu ibu pasien memberikan nomor kontak ketua LPAI Riau untuk di hubungi. namun tidak di hubungi oleh suster rsud dumai tersebut , akhirnya ibu pasien menghubungi ibu esther melalui hp ibu pasien itu . dan memberikannya ke perawat yang ada , saya esther langsung berbicara kepada prawat tersebut. mengatakan segera pasien anak untuk dirujuk  , dengan melengkapi rekam medis terakhir ,perawat mengatakan baiklah ibu sudah ada ruang picu yang kami perlukan di Rsud Arifin ahmad.Di ruangan rapat yang sama Sri Niningsih yang di sapa akrab neneng Sekretaris Lembaga K.P.K , team Lembaga Perlindungan Anak indonesia ( LPAI ) dumai menjelaskan kepada dirut rsud dumai, pada tangal 5-03-2021 hari jumat saya di telpon perwakilan keluarga, yang mengatakan kepada saya ‘buk tadi ibu esther sudah menelpon ketua Lembaga K.P.K dan neneng , ruangan untuk Septia Agil Raynanda sudah ready dari jam:15:30 wib , melalui direktur rsud Arifin Ahmad di Pekanbaru ,setelah saya di telpon perwakilan keluarga , pada pukul 16:00 wib ibu ester yuliani menelpon neneng , beliau mengatakan bahwa ruang picu untuk Septia Agil Raynanda sudah ibu kondisikan dari jam 15:30 wib, lalu ibu esther mengatakan agar neneng segera cepat mengurus keberangkatan pasien beserta segala yang berkaitan dengan administrasinya,dan mendampingi pasien ke pekanbaru.

Pada jam 17:00wib neneng menelpon kembali,perwakilan keluarga,bertanya apakah sudah di siapkan segala sesuatunya terkait untuk keberangkatan pasien , perwakilan keluarga menjawab lagi di urus perawat,kemudian saya katakan kembali kepada perwakilan keluarga,kalau sudah siap semuanya kabari neneng , iya buk kata perwakilan keluarga,karna sekarang saya sedang di rumah dinas bapak wali kota H.Pasial .SKM.MARS.,Setelah selesai pertemuan dengan Bapak wali kota dumai di kediaman rumah dinas,belum ada kabar dari perwakilan keluarga, neneng pun meluncur ke rsud dumai , untuk melihat kesiapan keberangkatan pasien atas nama Septia Agil Raynanda. neneng tiba di rsud dumai pada jam 19;15, sesampai di rsud dumai neneng melihat ayah pasien mau keluar membawa surat, saat neneng berpas pasan, neneng bertanya pada ayah pasien kapan berangkat , ayah pasien menjawab entah lah buk , kapan berangkatnya , kata ayah pasien tersebut, setiap saya bertanya kepada perawat kapan berangkatnya, di jawab sebentar lagi ya pak, sebentar lagi ya pak dengan raut sedih begitu tutur ayah pasien, namun tak juga berangkat.

Mendengar ucapan ayah dari pasien , neneng langsung menuju meja perawat yang dampingi oleh ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga K.P.K) kota dumai, neneng bertanya kepada salah satu perawat, kapan berangkatnya dek, perawat pun menjawab kepada neneng, sebentar lagi buk  , perawat kembali bertanya kepada neneng, ibuk dari mana? neneng jawab, dari Team LPAI dumai, neneng pun berlalu menuju kamar pasien, tak lama berselang neneng melihat beberapa perawat datang dan masuk keruangan Septia Agil Raynanda, untuk melakukan tindakan berupa injeksi ( suntikan ) , pemasangan botol infus , dan pengurusan surat surat termasuk surat rujukan.

Jam 20:00 wib, Neneng bertanya lagi pada perawat yang menangani Septia Agil Raynanda, kapan lagi berangkat dek, perawat menjawab kita sedang menunggu supir ambulance ya buk, Neneng pun menjawab ya, karna supir mobil ambulance tak kunjung datang, Neneng dan ketua Lembaga K.P,K merasa resah dan panik, melihat orang tua Septia Agil Raynanda menangis  sambil berkata tolong anak saya buk, kapan mau di berangkat kan, neneng menghubungi humas rsud, ditanggapi dengan dingin saja , dan neneng menghubungi pelayanan kesehatan dr.Hermasn, prihal supir ambulance , dr.Herman menjawab nanti coba saya telpon.

Masih menurut Neneng  Ketua Lembaga K.P.K juga berusaha menghubungi dirut rsud kota dumai lewat telpon maupun telpon WA namun saat itu tidak aktif  , dan juga mengirim pesan singkat lewat WA kepada dirut rsud kota dumai juga tidak aktif,  lebih kurang sejam kemudian supir mobil ambulance pun datang , sekitar jam 21:10 wib dokter jaga mengatakan bahwa pasien bernama Septia Agil Raynanda telah meninggal dunia. Yang menjadi pertanyaan neneng kepada dirut rsud dumai ,dari jam 15:30 wib sampai dengan jam 17:00 wib apa tindakan medisnya .

Sementara pada jam 17:00 baru dilakukan pemeriksaan labor dan ronsen menurut keterangan orang tua Septia Agil Raynanda kepada neneng , pada jam 19,00 wib setelah neneng datang barulah perawat mengambil tindakan seperti yang neneng jelaskan diatas. Pertanyaan neneng pada direktur rsud dumai , haruskah selama itu melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang sudah keritis saat akan dirujuk? disini lah saya menduga adanya kelalaian dari pihak rsud kota dumai , drg.Ridhonaldi Dirut rsud  tidak menjawab hanya diam saja. Diruangan yang sama Ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi ( Lembaga K.P.K ) Kota Dumai Sutrisno dan juga Ketua LPAI Riau esther yuliani manurung, mengatakan hal yang senada, dan mengingatkan kembali kepada dirut rsud dumai, agar tidak terulang lagi dan tidak terjadi lagi kejadian yang serupa di kemudian hari .

drg.Ridhonaldi Dirut rsud mengucapkan terimakasih atas masukan masukan dan saran  yang telah di sampaikan semua pihak yang hadir di ruang kerjanya, drg. Ridhonaldi Dirut rsud dumai juga meminta maaf pada keluarga pasien Septia Agil Raynanda, dan berjanji akan menindak lanjuti permasalahan ini dan memberikan sangsi serta memperbaiki kinerja  di rsud dumai, drg. Ridhonaldi juga mengatakan akan bertakziah kerumah duka serta meminta maaf secara langsung , namun drg. Ridhonaldi berhalangan dan di wakili oleh dua orang stafnya serta menyerahkan sembako sebagai ucapan berlangsungkawa kepada keluarga duka. ( ****)

( Redaksi TR / TR.14 / team / ADV )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here