TINTARIAU.COM ROHIL BAGANSIAPIAPI Minggu, 01 November 2026 – Kondisi fasilitas belajar di SMP Negeri Satu Atap (Satap) yang terletak di Kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), dinilai sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk proses belajar mengajar.
Meski dari luar tampak lumayan, kondisi di dalam ruang kelas belajar (RKB) sangat memprihatinkan. Atap seng terpantau bocor, dinding kelas terbuka, serta meja, kursi, dan papan tulis sudah tidak layak pakai.
Situasi ini membuat para siswa merasa tidak nyaman. Saat cuaca panas, sengatan matahari menembus hingga lantai kelas. Sebaliknya, saat hujan turun, air merembes masuk dari atap yang bocor, membasahi meja belajar dan membuat siswa kepanasan serta basah kuyup. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dari para orang tua murid.
Sejumlah orang tua siswa yang ditemui pada Minggu (1/11/2026) mengaku sangat prihatin melihat kondisi tersebut.
“Kondisinya bahkan lebih parah dari kisah di film Laskar Pelangi. Kami berharap pemerintah pusat dapat memperhatikan ini, dan semoga informasi ini sampai ke Jakarta, ke hadapan Presiden atau Menteri Pendidikan,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, kondisi kerusakan ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya revitalisasi atau perbaikan berarti dari pemerintah. Hal ini mendorong para orang tua murid berinisiatif merencanakan gotong royong guna merehabilitasi sekolah secara swadaya.
Suroso Simamora, salah seorang wali murid, menyebutkan bahwa para orang tua telah berembuk untuk mencari dana guna membeli material seperti seng, papan, dan paku, serta bersedia menyumbangkan tenaga demi memperbaiki fasilitas sekolah.
“Orang tua murid sangat prihatin dengan kondisi anak-anak saat belajar. Jika hujan, kelas ikut basah. Beberapa orang tua berembuk untuk bergotong royong membeli material alakadarnya dan menyumbangkan tenaga demi perbaikan fasilitas yang mudah dijangkau,” ujar Suroso.
Warga dan wali murid merencanakan realisasi swadaya ini pada tahun 2027 mendatang. Sejumlah pihak juga menyarankan agar Komite Sekolah segera menyusun proposal resmi guna memohon bantuan lanjutan kepada pihak terkait. Inisiatif penggalangan dana swadaya ini murni lahir dari kesadaran masyarakat akan pentingnya sarana pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.
Kendati demikian, masyarakat tetap berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir melalui instansi berwenang dapat memberikan perhatian dan kepedulian nyata terhadap kondisi sekolah tersebut.
Upaya Konfirmasi dan Keterangan Pihak Terkait
Untuk mendapatkan keseimbangan informasi serta klarifikasi resmi, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil, Riwansyah, S.STP., M.Si., belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena masih memiliki agenda kegiatan.
“Saya masih ada kegiatan, Bang. Nantilah kalau selesai kita jumpa,” ujarnya singkat saat dihubungi.
Secara terpisah, Heriandi, S.H., seorang tokoh masyarakat sekaligus penggiat sosial di Bagansiapiapi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil untuk meminta informasi serta klarifikasi terkait program revitalisasi gedung dan RKB sekolah.
“Kemarin, Jumat (30/10/2026), surat sudah kami masukkan untuk meminta daftar sekolah penerima revitalisasi beserta progres fisik program tersebut,” tegas Heriandi.
( Redaksi TR / Mashur-H.Yan Faizal )















