TINTARIAU.COM DUMAI Jumat, 30 Oktober 2026 – Jalur laut pesisir timur Sumatera kembali menunjukkan kerentanannya terhadap upaya penyelundupan barang haram lintas negara. Namun, di balik celah tersebut, kesiapsiagaan aparat gabungan menjadi benteng kokoh yang tak mudah ditembus.
Hal ini terbukti dalam konferensi pers di Kantor Bea Cukai Dumai, Kamis (29/10/2026). Kepala Kantor Bea Cukai Dumai, Ruru Firza Isnandar, membeberkan keberhasilan operasi gabungan bersama BNNK Dumai dalam membongkar penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5.367 gram (5,3 kg) asal Malaysia.
Operasi senyap ini bermula dari pertukaran informasi intelijen yang matang antara BNNK Dumai dan Bea Cukai terkait pengiriman barang terlarang via jalur laut internasional. Berbekal informasi tersebut, petugas langsung meningkatkan eskalasi pengawasan, memperketat profiling, serta mengaktifkan analisis risiko secara ketat terhadap setiap pelintas batas.
Titik terang mulai tampak ketika kapal feri penumpang MV Indomal Dynasty merapat di Pelabuhan Dumai usai bertolak dari Port Dickson, Malaysia.
Di tengah hiruk-pikuk kedatangan penumpang, gerak-gerik seorang pria berinisial Z (35), warga asal Medan, tak luput dari radar pengamatan petugas. Dengan kombinasi ketajaman analisis perilaku dan dukungan teknologi pemindai X-Ray, kecurigaan petugas terbukti. Citra mesin pemindai memperlihatkan kejanggalan struktural di dalam koper bawaan pelaku.
Saat digeledah secara mendetail, petugas menemukan tujuh bungkusan yang disembunyikan di balik kompartemen tersembunyi koper tersebut. Uji cepat yang dilakukan bersama tim BNNK Dumai memastikan bahwa serbuk kristal putih itu positif merupakan metamfetamin alias sabu.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kepala Kanwil DJBC Riau Dwijo Muryono, Kepala BNNK Dumai Ignasius Agus Nugraha, perwakilan Polres, Lanal, Kejaksaan, serta Staf Ahli Bidang Hukum Pemko Dumai.
Dalam kesempatan itu, Ruru Firza menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan manifestasi nyata dari ketatnya sistem manajemen risiko di perbatasan.
“Penguatan kemampuan analisis risiko, pemanfaatan teknologi pemeriksaan, serta koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan fungsi pengawasan perbatasan kita,” ungkap Ruru di hadapan awak media.
Ia juga melanjutkan, sebagai kota pelabuhan yang menjadi salah satu gerbang strategis internasional di Selat Malaka, Dumai memiliki kerawanan geografis tersendiri. Kendati demikian, pihaknya memastikan akan terus memegang teguh peran institusi sebagai community protector, gardu terdepan yang tidak hanya mengamankan sektor penerimaan negara, tetapi juga melindungi generasi bangsa dari ancaman destruktif narkotika.
( Redaksi TR / Sri.N )















