Pasca-Keracunan Puluhan Siswa SMAN 2 Dumai, SPPG Sehat Sejahtera Bersama Tetap Distribusikan MBG: Diduga Langgar SOP Demi Keuntungan Anggaran.

SPPG MBG UTAMA DMI

TINTARIAU.COM DUMAI Jumat, 14 Agustus 2026 – Peristiwa mengejutkan terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Dumai, Meski puluhan siswa-siswi diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG pada Selasa (4/8/2026), pihak penyedia jasa, SPPG Sehat Sejahtera Bersama, terpantau tetap melanjutkan pendistribusian makanan pada hari berikutnya, Rabu (5/8/2026).

Pada pendistribusian hari Rabu tersebut, menu yang dibagikan kepada para siswa terdiri dari nasi putih, tongseng ayam, sayur kol, buah pepaya, serta tahu sambel.

Langkah penyiapan dan pembagian makanan ini memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.

Keputusan untuk tetap menyalurkan MBG tanpa jeda dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap peraturan dan Standard Operating Procedure (SOP) Keamanan Pangan.

Berdasarkan regulasi dan SOP penanganan kejadian luar biasa (KLB) pangan, pendistribusian makanan seharusnya dihentikan secara total (suspend) sementara waktu, setidaknya sampai hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan/Labkes keluar—meskipun rentang waktunya hanya satu hari.

Langkah ini krusial demi mengantisipasi risiko bahaya susulan pada penerima manfaat.

“Seharusnya ada penghentian sementara sampai ada kepastian hasil uji laboratorium. Membiarkan distribusi tetap berjalan di tengah investigasi keracunan adalah tindakan yang sangat berisiko bagi keselamatan siswa,” tegas salah satu sumber yang menyoroti kejadian, yang identitasnya minta di rahasiakan

Kasus ini menjadi kian krusial mengingat skala penerima manfaat di lokasi tersebut terbilang cukup besar, yakni mencapai 3.115 orang.

Sikap Kepala SPPG (Ka. SPPG) yang tetap memaksakan distribusi makanan pada hari Rabu memunculkan dugaan kuat adanya benturan kepentingan.

Keputusan tersebut diduga berkaitan erat dengan upaya mengamankan kuota pembayaran serta memberi keuntungan anggaran kepada pihak mitra maupun yayasan agar tidak kehilangan klaim pencairan dana harian.

Saat dimintai konfirmasi terkait dugaan pelanggaran SOP dan motif anggaran dalam kelanjutan distribusi MBG ini, Kepala SPPG Sehat Sejahtera Bersama, Korwil maupun KPPG, hingga berita ini di terbitkan enggan memberikan jawaban resmi yang komprehensif mengenai alasan di balik tidak dihentikannya sementara operasional dapur pasca-insiden keracunan tersebut.

Masyarakat dan orang tua murid kini mendesak pihak berwenang serta instansi kesehatan terkait untuk turun tangan mengusut tuntas indikasi pelanggaran SOP ini demi menjamin keselamatan ribuan siswa penerima manfaat program MBG di Dumai.

Salah satu tokoh masyarakat Kota Dumai saat di mintai tanggapan adanya dugaan Pelangaran SOP, Tejo mengatakan”Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras keputusan pihak SPPG yang tetap mendistribusikan makanan pasca-insiden keracunan yang menimpa puluhan siswa SMAN 2 Dumai.

Ini menyangkut nyawa dan kesehatan ribuan anak!” tegas Tokoh Masyarakat Dumai,Tejo.

Menurut Tejo , secara logika dan aturan, operasional seharusnya dihentikan sementara begitu ada korban.

“Tunggu hasil uji laboratorium keluar dan pastikan dapur benar-benar steril, baru boleh beroperasi kembali. Jangan sampai keselamatan anak-anak kita dikorbankan hanya demi mengejar kuota 3.115 porsi untuk pencairan anggaran harian,” lanjutnya.

“Kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi total serta menindak tegas oknum yang memaksakan distribusi ini. Jika terbukti ada pelanggaran prosedur, izin dan kemitraan SPPG harus dicabut!” pungkasnya.

Tanggapan juga di berikan oleh salah satu orang tua murid yang berinisial S, beliau mengatakan.

” Kami tidak tinggal diam atas keselamatan anak-anak kami, kami resmi sudah melayangkan laporan pengaduan langsung ke pusat Sahabat Gizi (SAGI) , Kami laporkan dugaan keracunan massal pada Selasa (4/8) beserta nekatnya pihak SPPG Sehat Sejahtera Bersama yang tetap membagikan MBG pada Rabu (5/8).

​Dalam laporan tersebut, kami tegaskan bahwa tindakan memaksakan distribusi makanan untuk 3.115 penerima manfaat di tengah investigasi keracunan adalah preseden buruk dan pelanggaran berat SOP Keamanan Pangan, Kami meminta SAGI Pusat turun tangan untuk membekukan permanen operasional SPPG ini jika hasil uji  laboratorium resmi keluar dan dinyatakan tidak aman secara medis.

S juga mengatakan ” ​Kami menduga ada pembiaran demi mengamankan tagihan dan anggaran harian mitra, Karena itu, aduan ini kami teruskan ke level pusat agar tidak ada upaya saling lindungi di tingkat lokal.

Jika terbukti ada manipulasi demi keuntungan anggaran dengan mengabaikan keselamatan siswa, kemitraan SPPG Sehat Sejahtera Bersama wajib diputus dan Kami minta tim pengawas pusat segera mengevaluasi Kepala SPPG, Korwil, dan KPPG tutupnya.

( Redaksi TR / Sri.N )

Penulis: Sri.NEditor: Redaksi TR