Buruknya Kualitas SPPG Sehat Sejahtera Bersama” Diduga Mark-up Anggaran, Sajikan Makanan Tidak Layak di Tengah Program Nasional

MBG

TINTARIAU.COM DUMAI Selasa, 10 Maret 2026 – Di tengah khidmatnya menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan, sorotan tajam tertuju pada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sehat Sejahtera Bersama yang berlokasi di Jalan Merdeka Baru, Kota Dumai.

Berdasarkan temuan lapangan tim media Tintariau.com sepanjang pekan pertama hingga Senin (09/03/2026), penyaluran menu gizi bagi ribuan siswa diduga kuat tidak sesuai dengan standar anggaran yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Hasil investigasi menunjukkan adanya ketimpangan antara nilai riil makanan yang diberikan dengan pagu anggaran yang seharusnya. Berikut rincian menu “kering” yang ditemukan tim di lokasi:

MBG

*Selasa, 3 Maret 2026: Menu terdiri dari 1 buah roti, 1 potong tempe, 1 potongan besar nugget tahu, dan 1 buah jeruk. Estimasi nilai pasar menu ini hanya berkisar di angka Rp 7.000.

*​Rabu, 4 Maret 2026: Menu terdiri dari 1 kotak susu Indomilk 115 ml, 1 buah salak pondoh, dan 1 kotak roti potong campuran telur. Jika ditotalkan, nilainya diduga hanya mencapai Rp 8.500.

MBG

* ​Senin, 9 Maret 2026: Menu terdiri dari 1 buah roti, 2 butir telur rebus, 1 buah jeruk, dan sedikit tempe orek. Meskipun komposisi telur bertambah, nilai pasar paket ini diprediksi hanya berkisar di angka Rp 8.500.

Temuan pada hari Senin ini menjadi sorotan serius karena diperuntukkan bagi murid Kelas 4 SD ke atas (Porsi Besar). Secara regulasi, BGN telah menetapkan standar anggaran yang jelas:

MBG

​Porsi Kecil (PAUD – Kelas 3 SD): Rp 8.000 per porsi.

​Porsi Besar (Kelas 4 SD – SLTA): Rp 10.000 per porsi.

Pada ​kenyataan di lapangan justru memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan, Selain nilai anggaran yang diduga tidak sinkron, kualitas pengolahan makanan pun dipertanyakan.

Sebagian Penerima Manfaat (PM) didapati menerima telur rebus yang tidak matang sempurna, sementara sebagian lainnya menerima paket menu yang sudah hancur isinya, Fakta-fakta ini terekam jelas dalam dokumentasi gambar yang ditampilkan.

MBG

Dengan total 1.456 Penerima Manfaat di SPPG Sehat Sejahtera Bersama, selisih antara harga menu yang disajikan dengan anggaran resmi memicu tanda tanya besar, Ada dugaan terjadi penyusutan nilai manfaat yang merugikan para siswa di Kota Dumai secara sistematis.

Menu kering yang diberikan dinilai tidak memenuhi standar kecukupan gizi yang diharapkan dari program nasional ini, terutama saat anak-anak membutuhkan asupan berkualitas selama bulan puasa.

Salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kesedihannya:

MBG

​”Jujur kami sebagai orang tua merasa sedih melihat menu yang dibawa anak pulang. Ini bulan puasa, anak-anak kita sekolah dan mengaji, tentu butuh asupan yang layak. Masak isinya cuma roti, tempe sepotong, dan telur yang bahkan tidak masak? Belum lagi isinya ada yang hancur. Kalau dihitung-hitung, harganya jauh dari anggaran Rp 10.000 itu. Ke mana sisa anggarannya?”

Ia menambahkan bahwa SPPG di Jalan Merdeka Baru harus transparan. “Jangan sampai hak anak-anak kami untuk sehat malah jadi ajang cari untung pihak tertentu.

MBG

Kami berharap program pemerintah ini benar-benar sampai ke perut anak kami, bukan dikurangi kualitasnya. Kami minta instansi terkait segera turun tangan,” tegasnya.

Masyarakat kini menunggu klarifikasi resmi dari pihak pengelola SPPG Sehat Sejahtera Bersama terkait transparansi penggunaan anggaran tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tim Tintariau.com menunggu klarifikasi penjelasan mengenai ketidaksesuaian nilai menu dan buruknya kualitas penyajian di lapangan.

( Redaksi TR / Sri.N / Team )

Penulis: Sri.NEditor: Redaksi TR