Musrenbang RKPD Tahun 2021 Di Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kab.Kepulauan Meranti

0
311

KEPULAUAN MERANTI TINTARIAU.COM Tebing Tinggi Barat , Jum’at  14/02/2020 – Musrenbang dilakukan dikantor kecamatan yaitu di kantor camat tebing tinggi barat , tampak hadir dalam acara tersebut wakil Bupati kepulauan meranti dan diantaranya yang hadir.

Kepala Bappeda Meranti Dr. H. Makmun Murod, Anggota DPRD Meranti M. Tartip, Anggota DPRD Al. Amin, Kapolsek Tebing Tinggi Barat , Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Drs. Ikhwani, Kabag Kesra Meranti Hery Saputra SH, Kepala Dinas LHK Meranti Drs. Irmansyah, Kepala BPBD Meranti Drs. Idris Sudin,

Kepala Dinas Sosial Meranti Agusyanto S.Sos M.Si, Kepala Dinas Kesehatan dr. Misri, Kepala Dinas Perikanan Meranti Eldi Syahputra, Kepala Badan Perpustakaan Meranti Drs. Husni Gamal, Kadis Perindag Meranti Drs. Azza Fahroni, Sekretaris Disdukcapil Ramdan, Kabag Humas dan Protokol Meranti Rudi MH ,

Kabag Kominfo Meranti Drs. Wan Fariarmi, Kabag Ekonomi Jon Hendri, Kabag  Perbatasan M. Nazar dan kabag lainya, Sekretaris Satpol PP Meranti M. Nasir, Kabid Dinas Perhubungan Meranti Azwan, Camat Tebing Tinggi Barat Drs. H. Said Jamhur MM , Kepala Desa Se-Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Perwakilan PT. EMP Malaca Strait, Tokoh Agama/Adat dan para peserta lainnya.

Dalam kesempatan ini Bapak Wakil Bupati H. Said Hasyim mengatakan  kepada seluruh OPD jangan sampai kegiatan Musrenbang ini , hanya bersifat formalitas tapi benar-benar dapat diserap dan direalisasikan sesuai dengan prioritas dan ketersediaan anggaran.

Bagi yang membutuhkan anggaran besar diminta kegigihan dari OPD untuk merebut dana-dana yang berada di Provinsi dan Pusat.

Selanjutnya dalam menggesa pembangunan di Kecamatan, Wabup meminta dalam Musrenbang ini jangan hanya membahas masalah infrastuktur tapi juga membahas masalah pembangunan jiwa dan raga serta pembangunan ekonomi masyatakat.

“Sebab pembangunan fisik tidak akan ada artinya jika tidak diiringi dengan pembangunan jiwa dan raga masyarakat,” ucap Wabup.

Lebih jauh disampaikan Wabup pada dasarnya tujuan akhir dari pembangunan adalah untuk membangun jiwa dan raga masyarakat bukan hanya bicara masalah fisik infrastruktur. Membangun jiwa dan raga yang dimaksut adalah bagaimana Pemerintah Desa hingga Kecamatan dapat membentuk akhlak dan budi pekerti serta moral masyarakat sebagai prinsip dari pembangunan.

“Jika masalah itu dapat diwujudkan maka negeri ini akan menjadi negeri yang aman, damai dan diberkahi Allah,” ujarnya.

Karena ukuran dari keberhasilan pembangunan menurutnya bukan saja ditentukan oleh materi tapi juga kualitas hidup masyarakat yang beraktifitas dengan hati tenang bebas masalah dan terpenuhi kebutuhan pokoknya.

Agar hal ini dapat diwujudkan Wabup mengintruksikan kepada Desa dan Kecamaan untuk menyisihkan sebagian dananya untuk program pembangunan SDM melalui pendidikan formal disekolah dan keagamaan.

“Saya ingatkan membangun jiwa dan raga masyarakat adalah yang utama tolong sisihkan dana kita untuk membangun ini, membuat anak anak kita bisa sekolah dengan layak dan mampu mengafal Al-Quran kirimkan ke pesantren yang ada di Meranti maupun luar daerah,” jelasnya.

Khususnya untuk masalah pendidikan ini Wabup kembali mengingatkan kepada Kades untuk benar-benar memperhatikan masalah pendidikan ini.

Kepada Dinas Pendidikan ,wabup mengaku telah meminta untuk mendata semua sekolah yang ada di Meranti baik fasilitas gedung, tenaga pengajar maupun jumlah murid. Bagi sekolah yang muridnya sedikit dengan tenaga pengajar dan gedung kurang memadai disarankan untuk di Merger dan dibangun sebuah sekolah unggul sehingga menghasilkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Meranti.

Dan yang paling penting seperti ditegaskan Wabup adalah Pemkab. Meranti tidak ingin ada anak balita yang Stunting atau kurang gizi, ibu hamil yang kurang darah. Disinilah tugas Kepala Desa untuk melaksanakan fungsi pengawasanya kepada masyarakat.

“Jangan sampai ada anak-anak kita menjadi Stunting, Kepala Desa harus punya data balita diwilayahnya, termasuk juga masyarakat yang sakit, Zalim jika kita membiarkan masyarakat sakit,” tegas Wabup.

Jika Pemerintah membiarkan generasi penerus Meranti kurang gizi hingga menjadi Stunting maka akan berdampak pada suramnya masa depan Meranti.

“Saya tak ingin masyarakat kita menjadi terjajah dinegeri sendiri karena ketidakmampuan dan kurangnya pengetahuan, padahal Meranti punya tanah subur, sungai penuh ikan, persoalannya bagaiman kita bisa menggarap semua potensi tersebut disinila dibutuhkan generasi penerus yang berkualitas,” papar Wabup.

Dan kepada Dinas terkait untuk dapat mengembangkan ternak Sapi  Kambing, Ayam dan Bebek yang diakui Wabup belum diprogramkan dengan baik oleh OPD.

Untuk mendorong hal ini, Wabup mengintruksikan kepada Desa dan Kecamatan untuk mengaktifkkan lagi PKK Desa begitu juga Posyandu yang saat ini semakin redup.

Sekali lagi Wabup memberikan arahan kepada Kades dan Camat pertama bangun ahlak dan budi pekerja sesuai kebijakan desa masing-masing dengan memperhatikan ibu hamil dan balita, 2. Pembangunan Ekonomi masyarakat dengan melaksanakan program satu Desa satu produk misal Alai Centra Produksi Ubi unggul yang diolah menjadi makanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Disinilah diperlukan generasi yang pintar yang mampu berkresasi dan berinovasi memanfaatkan semua potensi yang ada untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” jelasnya lagi.

Terakhir kepada seluruh masyarakat Wabup juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, Pemda Meranti tak ingin jangan sampai gara-gara lingkungan kotor masyarakat jadi tak sehat.

Kemudian kepada pihak perusahaan yang beroperasi di Kepulauan Meranti Wabup juga meminta pihak perusahaan untuk dapat menyalurkan dana CSR nya.

Ditempat yang sama M.Tartip – dewan berharap Musrenbang ini tidak bersifat seremonial tapi benar benar dapat menyerap usulan pembangunan strategis di wilayah Desa dan Kecamatan untuk direalisasikan ditahun berikutnya.

Adapun Pembangunan yang menjadi prioritas menurut nya adalah Jalan Desa Tenan yang sering diusulkan namun belum terealisasi, Abrasi (Mekong, Alai dan Insit), peningkatan pendapatan masyarakat disektor perikanan bukan saja dengan penyediaan alat tangkap tapi juga pembinaan budidaya perikanan,.

Sarana dan prasara pendidikan disertai tenaga pengajar yang minim di Desa Mengkikip dan Tj. Pranap. untuk masalah ini mengingatkan kepada Pemda mendistribusikan guru dan tidak mengizinkan pindah ke ibu kota.

( Redaksi / Firman / ADV / Hms Sekwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here