Dampak Buruk Dumai Expo, Diduga Karang Taruna Dumai Dinilai Lalai, Kepala DLH Yudha Pratama Turunkan Tim ke Lokasi Dumai Expo

Kepala DLH Kota Dumai Yudha Pratama Turunkan Tim ke Lokasi Dumai Expo

Tng1

TINTARIAU.COM DUMAI Jum’at, 1 Mei 2026 – Langkah tegas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai yang turun langsung menertibkan pedagang di area taman bunga Bukit Gelanggang mendapat apresiasi sekaligus memicu kritik pedas terhadap panitia pelaksana Dumai Expo yang diinisiasi oleh Karang Taruna Kota Dumai.

Kondisi taman yang dulunya asri kini memprihatinkan, disebabkan banyak nya pedagang makanan yang menggunakan tempat untuk bakar membakar barang dagangan nya.

Selain tanaman bunga yang layu akibat hawa panas dari aktivitas pembakaran tempurung, muncul juga jalan-jalan tikus sebagai jalan alternatif terdekat sehingga bunga bunga yang ada di tengah taman terinjak-injak ini dinilai sebagai bentuk diduga pembiaran yang terstruktur oleh pihak panitia Dumai Expo.

Kepala DLH Dumai, Yudha Pratama Putra, S, STP, bertindak cepat setelah menerima laporan masyarakat terkait kerusakan vegetasi di area tersebut, Dalam sidak lapangan, petugas DLH menemukan pedagang masih nekat membakar ikan dan ayam tepat di atas area resapan dan akar tanaman bunga.

“Begitu dapat laporan, kita langsung turunkan anggota ke lokasi.

Ser

Dari rekaman vidio yang di kirim kan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup kepada Wartawan saat mengkonfirmasi, terdengar suara petugas wanita sedang menegur salah satu pedang dengan mengatakan ”

“Tolonglah, sama-sama kita jaga pak, Itu arang yang panas bisa merusak tanaman bahkan membuatnya mati, Kami minta seluruh perkakas dagangan segera dikeluarkan dari area taman,” tegas petugas DLH dalam rekaman video yang beredar.

Meski aksi DLH dianggap sebagai penyelamat, masyarakat mulai mempertanyakan peran panitia pelaksana terutama kepada pihak Karang Taruna, Panitia diduga hanya fokus pada penarikan retribusi tanpa memberikan edukasi atau penataan zonasi yang ramah lingkungan bagi para pedagang.

Budi (42), salah seorang warga yang rutin berolahraga di area Bukit Gelanggang, mengungkapkan kekecewaannya, Menurutnya, kerusakan ini tidak perlu terjadi jika panitia bekerja secara profesional.

“Ini seharusnya tugas panitia, bukan hanya berdiam diri atau sekadar mengambil untung dari sewa lapak saja, Mereka yang mengundang pedagang masuk, seharusnya mereka juga yang mengawasi agar fasilitas publik tidak rusak, Jangan sampai acara selesai, taman kita malah mati semua,” ujar Budi dengan nada kesal.

Masyarakat mendesak agar pemerintah kota mengevaluasi izin kegiatan serupa di masa depan jika tidak disertai komitmen menjaga aset daerah.

( Redaksi TR / Sri.N )

Penulis: Sri.NEditor: Redaksi TR