Panitia Dumai Expo Diduga Mendominasikan Pedagang Luar, UMKM Lokal Di Anak Tirikan

TJ01

TINTARIAU.COM DUMAI Selasa, 28 April 2026 – Pagelaran Dumai Expo 2026 yang diharapkan menjadi panggung utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk unjuk gigi, kini menuai sorotan tajam. Alih-alih menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif asli Dumai, gelaran tahunan ini justru dinilai didominasi oleh pedagang dari luar daerah, memicu kekecewaan di kalangan pelaku usaha lokal.

Pantauan di lapangan menunjukkan banyaknya stan yang diisi oleh vendor-vendor besar dari luar kota yang membawa produk “pasaran”, Kondisi ini berbanding terbalik dengan tujuan diselenggaraka expo untuk menggerakkan ekonomi akar rumput kota Dumai.

Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kesan bahwa UMKM lokal dianak tirikan, tetapi juga memunculkan pertanyaan kritis mengenai tata kelola dan keberpihakan panitia penyelenggara dalam menentukan skala prioritas peserta pameran.

TJ02

Menanggapi fenomena ini, salah satu  masyarakat Dumai yang bernama Harun menyampaikan kritik keras terhadap pola penyelenggaraan tersebut. “Kita sangat mendukung adanya Dumai Expo sebagai ajang promosi, Namun, jika yang mendominasi justru pedagang dari luar daerah, apa gunanya bagi pertumbuhan ekonomi warga kita sendiri ?

Dumai Expo harus nya jadi Etalase produk Lokal, Ini ibarat tamu yang justru lebih berkuasa di rumah sendiri,” tegasnya.

Menurut Harun, esensi dari sebuah Expo daerah seharusnya adalah bagaimana menarik minat pengunjung dari luar kota agar datang ke Dumai untuk membeli dan membawa pulang produk asli kreasi warga Dumai.

TJ03

“Tujuannya harus jelas, mendatangkan orang luar untuk belanja produk lokal kita, Bukan sebaliknya, malah mendatangkan pedagang luar untuk menguras daya beli warga Dumai.

Lanjut Harun” Panitia harusnya lebih memprioritaskan kuota yang besar bagi UMKM asli Dumai. Produk-produk unggulan kita – seperti kuliner khas, kerajinan tangan, hingga olahan kreatif warga – harus menjadi ‘bintang utama’ di setiap stan,”

Kebijakan harus lebih berpihak pada UMKM lokal agar mereka tidak hanya menjadi penonton di kota sendiri, melainkan pemain utama yang mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan daerah.

TJ04

“Karena Dumai punya potensi besar, Jika UMKM lokal diberi ruang seluas-luasnya, mereka akan berkembang, Namun, jika panggung yang seharusnya milik mereka justru dikuasai pihak luar, maka kebanggaan kita sebagai warga Dumai akan luntur, Kita minta komitmen nyata pemerintah untuk melindungi dan mempromosikan produk lokal,” pungkasnya dengan tegas.

Saya berharap kedepannya agar transparansi dalam sistem pendaftaran dan pemilihan peserta stand, dengan memberikan porsi yang signifikan bagi pelaku UMKM lokal agar multiplier effect dari Dumai Expo benar-benar dirasakan oleh masyarakat Dumai secara langsung, tutup Harun.

Di tempat terpisah wartawan minta tanggapan seorang pengunjung,”Seorang pengunjung berinisial Tejo memberikan tanggapannya mengenai penyelenggaraan Dumai Expo 2026 tahun ini.

TJ05

Meski mengapresiasi acara tersebut, ia menilai jumlah stan yang berpartisipasi masih sangat minim. Menurutnya, acara sekelas Dumai Expo seharusnya mampu menggandeng perusahaan-perusahaan besar di Kota Dumai untuk memamerkan produk unggulan mereka.

Ia menyayangkan absennya miniatur kilang atau proses pengolahan industri yang biasanya menjadi daya tarik kota industri, Kehadiran stan industri tersebut dinilai penting sebagai sarana edukasi bagi pelajar dan mahasiswa, sekaligus ruang pertemuan bagi para pelaku bisnis.

Tejo berharap ke depannya Pemko Dumai melalui OPD terkait untuk dapat mengelola acara Dumai Expo ini secara langsung agar lebih maksimal. ‘Jujur saja, melihat kondisi saat ini, acara ini lebih terasa seperti bazar daripada sebuah expo,’ pungkasnya, Tejo sembari menutup ucapannya.

( Redaksi TR / Sri.N )

Penulis: Sri.NEditor: Redaksi TR