Hari Ini Program 100 Hari Gubernur Anies Baswedan Dimulai

0
507

Tinta Riau.com , Jakarta Senin16/10/2017 – Gubernur dan Wakil Guberbur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan – Sandiaga Uno, dilantik hari ini, Senin, 16 Oktober 2017. Anies memastikan sejumlah program unggulan yang digaungkan pada masa kampanye akan mulai berjalan di 100 hari pertama masa kepemimpinannya.

Anies, misalnya, akan mengebut pendataan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang merupakan modifikasi dari Kartu Jakarta Pintar pada masa gubernur sebelumnya. Setelah dilantik, Anies akan memperluas jangkauan penerima manfaat kartu tersebut. “Semua kami kerjakan di awal,” kata Anies dalam wawancara khusus dengan Tempo di rumahnya, Kamis, 12 Oktober 2017.

Pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, KJP hanya diperuntukkan bagi anak yang bersekolah. Anies memodifikasi pemanfaatan kartu tersebut agar dirasakan anak usia sekolah yang tidak bersekolah. “Jadi KJP Plus, bisa dipakai untuk training,” ujar Anies. “Pembayarannya bisa langsung ke penyelenggara pelatihan.”

Menurut Anies, penerima manfaat KJP perlu didata ulang. Sebab, kata dia, jumlah penerima KJP tak sebanding dengan jumlah warga miskin di Ibu Kota. “Penerima KJP kalau enggak salah 800 ribuan, sementara warga miskin sekitar 380 ribuan. Jadi agak jomplang,” ujar dia.

Di samping KJP Plus, Anies telah mempersiapkan lokasi untuk membangun rumah tanpa uang muka alias down payment (DP) nol rupiah. Namun dia enggan menyebutkan lokasi tersebut. “Jangan diberitahukan dulu. Nanti harganya bisa naik,” ujar Anies. Program DP nol persen ini dirancang untuk warga Jakarta dengan total penghasilan rumah tangga sekitar Rp 7 juta.

Anies pun mengaku telah berbicara dengan pengusaha transportasi untuk memulai program transportasi terintegrasi dengan ongkos serba Rp 5.000. Dengan program itu, warga Jakarta bisa menuju lokasi mana pun di Ibu Kota dengan ongkos hanya Rp 5.000. Menurut  Anies, program tersebut bertujuan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum sekaligus menjadi solusi kemacetan.“Terintegrasi artinya bisa naik kendaraan umum dari dekat rumah sampai titik tujuan,” ujar dia.

Meski begitu, menurut Anies, program yang dia janjikan pada masa kampanye tak akan terlaksana sekaligus. Alasannya, pada tahun pertama pemerintahannya, anggaran untuk merealisasikan janji kampanye tidak terlalu besar. Anies hanya memastikan program tersebut bakal berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.“Bertahap,” kata dia. “Jangan bayangkan langsung seluruh Jakarta.”

Ketua Tim Sinkronisasi Program Anies-Sandi, Sudirman Said, menambahkan, pada awal pemerintahan, pasangan gubernur dan wakil gubernur baru akan melihat kembali Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2018-2022.

Menurut Sudirman, banyak program Anies Baswedan – Sandiaga Uno yang sudah diakomodasi dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah 2018. “Anies-Sandi hanya memikirkan jangkauan dan kecepatannya karena ‘rumahnya’ sudah ada,” ujar Sudirman.

(tintariau.com/tempo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here