Dibalik Megahnya Islamic Center, Dumai peringkat Terakhir Di MTQ Ke XLIV Prov.Riau 2026

MTQ Utama

TINTARIAU.COM DUMAI  Senin, 06 Juli 2026 – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke  XLIV  Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 yang digelar hari jumat, 26 Juni di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dan resmi ditutup pada Hari Jumat, 3 juli 2026.

Di balik kemeriahan acara yang berlangsung sejak 27 Juni lalu, hasil akhir perlombaan membawa kabar yang cukup mengejutkan sekaligus mengecewakan bagi Kota Dumai, Kafilah Kota Dumai harus puas berada di peringkat ke-12 alias posisi terakhir dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Kenyataan pahit ini memicu gelombang desakan dari berbagai elemen masyarakat agar Pemerintah Kota (Pemko) Dumai segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pembinaan keagamaan di Kota Idaman.

Peringkat terakhir ini dinilai sebagai sebuah ironi yang mendalam. Pasalnya, Kota Dumai saat ini mengalami pertumbuhan pondok pesantren yang sangat pesat. Lebih dari itu, Dumai juga memiliki *Dumai Islamic Center (DIC)*, sebuah masjid megah yang menjadi ikon kebanggaan kota Dumai sekaligus pusat syiar Islam yang seharusnya menjadi lokomotif lahirnya generasi Qur’ani berprestasi.

Banyak pihak menilai keberadaan fasilitas DIC yang megah dan banyaknya pesantren di Dumai belum dikonversi secara maksimal menjadi prestasi nyata karena lemahnya integrasi dan keberlanjutan program pembinaan.

Ketik awak Media Online Tintariau.com meminta tanggapan Salah satu Tokoh Dumai terkait MTQ Tingkat Prov.Riau, Sutris Mengatakan,”Merespons hasil minor ini, Pemko Dumai harus mengambil langkah untuk memberikan perhatian serius pada peningkatan kompetensi para pendidik Al-Qur’an di akar rumput.

“Potensi anak-anak kita luar biasa, pesantren menjamur, dan kita punya Dumai Islamic Center ( DIC ) yang megah, Namun, prestasi tidak akan datang instan tanpa adanya pembinaan yang efektif bagi para guru ngaji dan guru TPQ. Merekalah garda terdepan kita,” ujar Sutris.

Masih Menurut Sutris,”Untuk Pembinaan ke depan diharapkan tidak lagi bersifat seremonial menjelang perlombaan, melainkan berupa pelatihan bersertifikasi berkala agar standardisasi bacaan, bukan sekedar hafalan, tapi tau panjang pendek tajuidnya dan pemahaman Al-Qur’an anak-anak Dumai mampu bersaing di tingkat Provinsi maupun di tingkat nasional.

“Selain masalah metode pembinaan, faktor anggaran dinilai menjadi kunci utama perubahan, Pemko Dumai bersama DPRD Kota Dumai diharapkan dapat bersinergi untuk meningkatkan alokasi anggaran pada sektor keagamaan secara signifikan.

Peningkatan anggaran dinilai krusial untuk beberapa poin penting:

  1. Optimalisasi Dumai Islamic Center, Menjadikan DIC sebagai Training Center (pusat pelatihan) utama dan berkala bagi kader-kader MTQ dengan mendatangkan pelatih nasional.
  2. Meningkatkan insentif para guru ngaji agar mereka dapat fokus membina santri secara maksimal.
  3. Dukungan Pesantren Memberikan stimulan bagi pesantren-pesantren di Dumai untuk mengembangkan kelas khusus bakat tilawah dan tahfiz.

Hasil di Kuansing tahun ini harus menjadi alarm keras sekaligus momentum titik balik bagi Pemko Dumai.

Dengan modal infrastruktur yang megah seperti Dumai Islamic Center dan banyaknya pesantren, Dumai memiliki semua syarat untuk bangkit dan merebut kembali prestasi yang membanggakan pada ajang MTQ Riau di masa mendatang Kata Sutris Menutup Pembicaraan nya.

( Redaksi TR / Sri.N )

Penulis: Sri.NEditor: Redaksi TR