Terminal Dumai Bandar Sri Junjungan Terkesan Amburadul

0
545

Dumai Tintariau.com , Jum’at 22/02/2019 – Terminal penumpang Dumai Bandar Sri Junjungan yang baru memasuki masa pengoperasionalannya, masih membuat masyarakat bingung dan kerepotan.

Dari segi pelayanan masih jauh dari harapan masarakat , karna buruknya pelayana ,tidak efisien dalam penataan , juga dilihat dari segi bangunan masih sangat belum memadai, terkesan sangat diburu untuk pindah dan dioperasionalkan.

Yang membingungkan dan merepotkan masyarakat adalah sistem pelayanan antara lain agen agen Bus atau Travel yang saling berebutan mencari penumpang yang akan memakai jasa angkutannya.

Begitu penumpang yang turun dari kapal memasuki terminal penumpang Dumai Bandar Sri Junjungan , menuju arah keluar sudah di sambut oleh PO atau agen biro jasa angkutan yang saling mencari perhatian penumpang , terkadang saling berebutan bahkan sampai menarik narik penumpang agar mau memilih salah satu agen .

Pemandangan dan pelayanan seperti ini membuat rasa tidak nyaman pada penumpang , yang ingin mencari atau menggunakan biro jasa angkutan umum , mana yang akan di naikinya. Meski sudah diawasi oleh aparat dan dinas terkait namun pemandangan saling berebut tak dapat di hindari.

Menurut salah satu tokoh masyarakat panglimo H. Gedang ,sistem kinerja di Terminal Penumpang Dumai Bandar Sri Junjungan ini belumlah tertib dan efisien.Baik itu sistem perparkiran,,pelayanan pada penumpang,fasilitas terminal masih sangat centang perenang.

Begitu juga pengurus,pengelola dan para pekerja yang terlibat di terminal penumpang bandar sri junjungan belum bisa saling sinergi,masing masing individu masih ingin menunjukan merasa punya power dan kuasa.dalam hal ini siapa yang akan kita ikuti ujar H.Gedang.

Begitu juga sa’at H.Gedang di singgung masalah Dirut PT pelabuhan Dumai berseri menyangkut kegiatan yang ada di terminal tersebut.posisi Dirut itu merupakan posisi yang paling tinggi.

Namun posisi Dirut itu hanyalah sebuah jabatan saja.kalau di lihat dari hasil kerjanya juga belum professional, mengapa saya katakan belum professional, karena yang namanya seorang pimpinan itu bukan saja hanya duduk di belakang meja dengan ruangan dingin ber ac.

Seorang pemimpin harus ikut memonitor dan turun kelapangan berkecimpung dengan para anggota sehingga pimpinan juga merasakan bagaimana repot,capek dan panasnya hawa lapangan itu ujar H.Gedang.

Kita bisa duduk di belakang meja seorang direktur itu berkat adanya kerja sama antara bawahan dan atasan,saling koordinasi dan sinergi , bukan cuma menerima laporan saja , bila nanti terjadi adanya masalah para anak buah , seksi bidang yang menghadapinya

Seorang Dirut itu juga harus selalu berada di tempat , bukan selalu keluar kota atau urusan luar , fungsikanlah jabatan dan bagian bagian yang turut bekerja sama antara atasan dan bawahan agar kerja itu maksimal dan sinergi.

Apakah pimpinan seperti ini yang sudah dikatakan mampu atau bekerja, saya rasa kita sebagai seorang pimpinan harus bisa memberi contoh tauladan serta kerja yang baik dan professional.

Sesuai dengan sistem kepemimpinan yakni C 7 antaranya ,  Clenaning,comanding,comunication,coordination dan lain sebagainya sebagai acuan seorang pemimpin yang baik tandasnya , akan tetapi sampai saat ini terminal penumpang Dumai bandar sri junjungan masih kelihatan semrawut , asal asalan tutur panglimo laskar melayu kota dumai dengan ketus.

( Redaksi/ Sri.N 014)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here