TINTARIAU.COM DUMAI Senin, 19 Oktober 2026 – Senyum haru mengembang dari wajah Ilma Ram Dona, SH alias Dona (22), putri seorang anak daerah asal kelahiran Kota Dumai, Prov.Riau, saat ini resmi mengapit gelar Sarjana Hukum nya, Anak bungsu dari tiga bersaudara ini dinyatakan lulus dari Universitas Riau (Unri), Pekanbaru, pada 26 Mei 2026 beberapa waktu yang lalu.
Tak sekadar lulus, ia mengukir prestasi gemilang dengan meraih predikat Cumlaude setelah membukukan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,72, dengan waktu tidak sampai empat tahun dan di wisuda pada tanggal 20 Agustus 2026,
Capaian yang bagus dan manis ini menjadi bukti nyata dari ketangguhan hidup dan hangatnya kasih sayang sang Umi (ibu), Sri Niningsih.
Bertahun-tahun membesarkan tiga anak seorang diri sebagai single parent, wanita tangguh ini membuktikan tekad bajanya hingga berhasil mengantarkan seluruh buah hatinya merengkuh gelar sarjana.
Raut bahagia tak mampu disembunyikan Dona usai prosesi wisuda. Bagi Dona, angka 3,72 dan predikat lulusan terbaik yang diraihnya sepenuhnya didedikasikan untuk sosok wanita paling berharga dalam hidupnya.

Dona mengatakan,”Setiap kali merasa lelah dalam menyelesaikan tugas akhir atau menghadapi ujian, saya selalu teringat wajah Umi (ibu), Umi yang bekerja keras sendirian tanpa pernah mengeluh agar kami bertiga bisa mendapat pendidikan yang layak, IPK 3,72 ini bukan sekadar angka, tapi bukti nyata dari kerja keras dan doa Umi yang diijabah Allah SWT ucapnya.
Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan situasi tidak pernah menghalangi anak daerah kelahiran Kota Dumai untuk berprestasi,” ujar Dona penuh haru.
Ia pun menyematkan pesan motivasi bagi anak-anak muda-mudi ditanah kelahirannya, Kota Dumai, agar tak ragu bermimpi tinggi meski dihadapkan pada keterbatasan.
Ditempat yang sama Sri Niningsih mengatakan,”Keberhasilan Dona menyusul dua saudara kakak dan abangnya yang telah lebih dulu lulus merupakan puncak kebahagiaan dari perjalanan panjang yang penuh liku.
Menjalani peran ganda sebagai kepala keluarga sekaligus ibu rumah tangga tentu bukan perkara yang mudah, Namun, tekad bulatnya untuk memprioritaskan pendidikan anak anak nya tak pernah goyah sedikit pun tuturnya.

”Sebagai orang tua tunggal, bagi saya tidak mudah. Banyak masa sulit yang harus kami lalui bersama, Tapi prinsip saya sederhana yaitu anak-anak saya tidak boleh putus sekolah, mereka harus punya masa depan yang lebih baik tidak seperti saya yang hanya tamatan SMK.
Hari ini, melihat Dona si anak bungsu lulus Cumlaude mengikuti jejak kakak dan abangnya, rasa lelah bertahun-tahun seolah sirna seketika,” ungkap Sri Niningsih dengan nada penuh syukur.
”Mendidik tiga anak hingga semuanya sarjana, kakak dan abangnya sudah bekerja, dan memiliki masa depan yang cerah serta sudah berumah tangga, InsyaAllah Dona akan menyusul kakak dan abangnya mendapatkan kerja posisi yang lebih baik,
”Sebelum wisuda Dona sudah berkerja itu di jadikannya sebagai batu loncatannya agar ia bisa meloncat lebih tinggi lagi, ini adalah hadiah terbesar dari Allah atas perjuangan kami,” tambahnya.
Kisah keberhasilan Dona beserta dua saudaranya dan keteguhan hati sang Umi menjadi potret menginspirasi tentang ketangguhan sebuah keluarga dari Kota Dumai Prov.Riau, Raihan prestasi Cumlaude ini menjadi bukti bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah penghalang untuk menggapai puncak prestasi di perguruan tinggi ***
( Redaksi TR / H.Yan Faizal )















