Kembalikan Kejayaan Sepaktakraw Bengkalis

0
462
Photo : Google

Tinta Riau, BENGKALIS-Bupati Bengkalis mengharapkan kejuaraan sepak takrawBengkalis Island Cup (TBIC) 2016 menjadi momentum kebangkitan dan mengembalikan kedigjayaan sepak takraw Bengkalis yang pernah diraih di masa lalu.

“Eksistensi olahraga sepak takraw ini di Kabupaten Bengkalis, khususnya sejak beberapa tahun terakhir seakan mati suri. Karena itu, kami berharap, kejuaraan ini benar-benar dijadikan momentum untuk bangkit. Mengembalikan era keemasan penuh prestasi tersebut”, ujar Bupati Amril Mukminin diwakili Pelaksana Tugas  Sekretaris Daerah H Arianto, Bupati Bengkalis mengatakan itu saat membuka TBIC 2016 di Gelanggang Olahraga Perkasa Alam, Bengkalis, Kamis (6/10/2016).

Menurutnya, tak ada yang tidak mungkin dan kita bisa untuk itu. Tentunya, guna mengembalikan kejayaan itu, perlu keseriusan dan kerja keras. Sebab tak ada prestasi yang turun dari langit. Di bidang apapun, semua prestasi selalu dihasilkan melalui keseriusan dan kerja keras.

Sedikit bernostalgia, katanya, banyak catatan prestasi yang ditorehkan Kabupaten Bengkalis melalui sepak takraw ini. Untuk atlit misalnya, beberapa pemain dari Bengkalis pernah masuk Pelatnas.

“Kalau kami tidak salah, satu diantaranya Siti Maisaroh, yang juga sukses meraih prestasi menjadi pemain terbaik nasional pada kejuaraan antar klub yang berlangsung di Yogyakarta tahun 2010” ujarnya.

Dari aspek pembinaan, putra terbaik Bengkalis yang kalah juga Bupati Bengkalis, H Syamsurizal, pernah menjadi orang nomor satu untuk cabang olahraga sepak takraw di tingkat nasional. Yaitu, sebagai ketua umum pengurus besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia periode 2004-2008.

Sebagai penyelenggara, imbuhnya, Bengkalis juga pernah menjadi tuan rumah kejuaraan sepak takraw bertaraf internasional yang belum pernah dilakukan daerah lain di Riau khususnya. yaitu The Asian Open Sepak Takraw Championship, yang juga diperkenalkan nomor beach takraw atau takraw pantai yang baru pertama kali dipertandingkan.

“Kejuaraan diselenggarakan pada Juni 2007 tersebut, diikuti sekitar 200 atlet sepak takraw dari 12 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunai Darussalam, Vietnam, Filipina, Cina, Jepang, Korea Selatan, Iran dan Srilanka. yang sangat membanggakan kala itu, untuk nomor beach takraw, Indonesia diwakili atlit-atlit dari Bengkalis, baik untuk putra maupun putri,” ujarnya lagi.(MC Riau)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here