Hujan Deras Bagansiapiapi Di Kepung Banjir; Warga Menanti Bukti, Bukan Sekadar Teori

UTAMA BANJIR

TINTARIAU.COM BAGANSIAPIAPI ROHIL Sabtu, 17 Oktober 2026 – Hujan deras yang mengguyur Kota Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Sabtu (17/10/2026) dini hari kembali melumpuhkan aktivitas warga.

Meski guyuran hujan hanya berlangsung sekitar lima jam, dampaknya cukup destruktif. Genangan air meluas hingga melumpuhkan hampir seluruh sudut kota yang dikenal sebagai penghasil ikan dan terasi tersebut.

Bahkan, kawasan Ring 1 yang selama ini relatif aman kini tak luput dari kepungan banjir. Air merendam pemukiman, fasilitas umum, hingga jalan-jalan utama.

​Beberapa titik krusial yang terendam meliputi area rumah dinas Ketua DPRD Rohil, kawasan BRI, eks rumah Kapitan Inyo Tian Chu, Jalan Pelabuhan Baru (Kelurahan Bagan Barat), Sumatera Laut, Jalan Kelenteng, Jalan Siak Ujung, Selamat Ujung, hingga kawasan Madrasah.

​Tingginya intensitas hujan diduga kuat diperparah oleh buruknya fungsi drainase, pendangkalan anak sungai, serta tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Luapan air yang menutup ruas jalan utama kini mulai merembet dan mengancam masuk ke dalam rumah-rumah warga.

​Situasi ini memaksa warga bertindak cepat menyelamatkan dokumen penting dan barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi atau loteng. Tak hanya kerugian material, warga juga dihantui ancaman penyakit kulit (eksem, kurap, kutu air) serta meningkatnya risiko keselamatan akibat kemunculan hewan berbisa seperti ular, lipan, dan kalajengking.

​Butuh Solusi Konkret, Bukan Sekadar Pencitraan, Banjir musiman yang terus berulang ini, memicu gelombang kekecewaan mendalam dari masyarakat. Penanganan yang dilakukan selama ini dinilai belum menyentuh akar permasalahan dan cenderung sekadar formalitas.

​”Dikerjakan sedikit, berfoto, buat komentar atau statement , itu keuntungan mereka. Tapi kenyataannya, hujan ya banjir lagi,” keluh salah seorang warga dengan nada kecewa.

​Penanganan parsial dan minim tindakan berkelanjutan membuat warga mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk segera turun ke lapangan secara nyata.

Melakukan normalisasi berkala, dan bukan sekadar memberikan janji di atas kertas. ​Mendorong Rekayasa Tata Air: Kanalisasi Barat dan Timur, Sejumlah pemerhati dan tokoh masyarakat menegaskan bahwa penanganan banjir di Bagansiapiapi memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur tata air.

Pemeriksaan teknis dan normalisasi skala besar harus segera dieksekusi melalui dua jalur utama, Banjir Kanal Timur (Parit Gepak) Perlu difokuskan pengalirannya ke arah timur dengan menormalisasi kembali anak-anak sungai yang telah tertutup atau mengalami pendangkalan.

​Banjir Kanal Barat (Sungai Garam), Perlu dioptimalkan melalui pengerukan alur dan penataan jalur menuju Kuala Bagan hingga lepas ke laut lepas.

​Desakan Master Plan Penanggulangan Banjir, Masyarakat Bagansiapiapi kini mendesak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir beserta instansi teknis terkait untuk segera merumuskan Master Plan Penanggulangan Banjir yang komprehensif dan berkelanjutan.

​Mitigasi dan eksekusi lapangan harus menjadi prioritas utama saat ini. Jika intensitas hujan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan tanpa ada tindakan nyata, diprediksi tingkat genangan di Kota Bagansiapiapi akan semakin parah dan memperluas dampak kerugian warga.

​( Redaksi TR / Mashur )

Penulis: MashurEditor: Redaksi TR