TINTARIAU.COM DUMAI Sabtu,7 Februari 2026 – Maraknya keberadaan Penyelenggara TKBM di Pelabuhan illegal di kota Dumai dinilai telah menciptakan lingkaran ketidak adilan dan merampas hak ekonomi TKBM Pelabuhan yang seharusnya dilindungi.
Alih-alih seakan melindungi justru malah bersekongkol dengan pengusaha dan memaksa TKBM bekerja dengan upah murah yang tak sesuai dengan peraturan berlaku.
Munculnya Penyelenggara TKBM illegal diduga tidak lepas dari kurangnya pengawasan instansi terkait dan atau diduga kuat adanya peran kuat oknum yang bermain dibalik pemberian legalitas Penyelenggara TKBM di Pelabuhan yang diduga kuat menyalahi aturan pemerintah.
Sehubungan dengan hal tersebut, Agoes Budianto ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai usai mengikuti rapat yang diselenggarakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas I Dumai kemaren ( Jum’at 6/2/2026 ) dengan Pembahasan Pembentukan UUPJ TKBM di Wilayah Terminal Khusus untuk Sementara Melayani Kepentingan Umum mengatakan.
“Kami mengapresiasi langkah berani Kepala Kantor KSOP Kelas I Dumai dalam menegakkan regulasi terkait penataan penyelenggaraan TKBM khususnya di Tersus untuk sementara melayani kepentingan umum.
Penyelenggaraan TKBM di pelabuhan wajib ditertibkan karena ini menyangkut dengan pelayanan bongkar muat dan hak-hak buruh, Kita tidak mau pemerintah yang telah mengatur dengan baik agar penyelenggaraan TKBM di pelabuhan dapat mensejahterakan buruh justru menjadi eksploitasi manusia. “Tegas Agoes mengutip frasa Prancis “Exploitation de l’homme par l’homme”
Lanjut Agus, “Meskipun langkah solutif dalam rangka penertiban UUPJ TKBM Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai sebagai penyelenggara TKBM yang sah yang disampaikan Kepala KSOP Kelas I Dumai ditolak oleh Aliansi Advokasi Koperasi Jasa (AAKJ) TKBM yang mewakili badan hukum penyelenggara TKBM yang tidak diatur dalam ketentuan pemerintah,
Dengan walk outnya mereka dalam rapat tersebut sangat disayangkan dan tak pantas juga, masak badan usaha yang bukan penyelenggara TKBM dan melanggar hukum mau diterbitkan koq malah menolak dan merasa benar, tentu sangat disayangkan saja. “Tegas Agoes lagi.
Meskipun AAKJ TKBM walk out, rapat tetap berjalan sampai selesai dan keputusan tetap diambil oleh otoritas pelabuhan dalam rangka penertiban penyelenggara TKBM di Pelabuhan. Tutup Agus mengakhiri ucapan nya sambil tersenyum.
( Redaksi TR / Sri.N )















