DUMAI TINTARIAU.COM Minggu,4 Januari 2026 – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Pemuda Lancang Kuning Berjaya ( PKB ) yang beralamat Jl. Paus, yang. Kirana, Kel. Pangkalan Sesai, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai, menuai kritik pedas.
Alih-alih menyajikan makanan berat dengan gizi seimbang, pihak pengelola diduga membagikan paket berisi berbagai macam jajanan rendah nutrisi dan tinggi gula pada minggu ke dua saat libur sekolah.
Berdasarkan laporan dan temuan di lapangan, menu yang dibagikan terdiri dari produk kemasan seperti Snack Hatari, Malkist, Pilus Garuda, serta Sukro.

Temuan ini memicu kekhawatiran orang tua siswa dan masyarakat, mengingat filosofi utama program MBG adalah untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesehatan anak melalui asupan protein dan serat, bukan makanan ringan (snack) pabrikan.
Kepala Satuan Pelayanan Pangan Gizi (Ka. SPPG) Pemuda Lancang Kuning Berjaya ( PKB ) M.Dwiki Laksmono, S.A.P, saat dikonfirmasi oleh awak media terkait pemilihan menu tersebut, memilih untuk tutup mulut dan bungkam, Hingga berita ini ditayangkan yang bersangkutan enggan memberikan jawaban maupun klarifikasi terkait standar gizi yang diterapkan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Syaiful, MKM, saat di konfirmasi, Ia mengatakan akan segera melakukan langkah investigasi cepat terkait laporan tersebut.
”Saya akan berkoordinasi dan segera menurunkan tim gizi kita dari Puskesmas untuk langsung turun ke lokasi (dapur pengelola),” Ujar Syaiful saat dihubungi via telepon.

Sutrisno Seorang Tokoh Masyarakat/Pemerhati Pendidikan dalam hal ini mengatakan”Ini diduga sering dilakukan dan ini sangat menyimpang dari instruksi Presiden.
Program Makan Bergizi Gratis itu anggarannya besar dan tujuannya mulia untuk mencerdaskan anak bangsa.
Kalau yang diberikan hanya Sukro, Pilus, dan biskuit tinggi gula, itu namanya bukan makan bergizi, tapi bagi-bagi jajanan pasar sambiltersenyum.
Kami minta pihak Dapur Pemuda Lancang Kuning Berjaya ( PKB ) transparan dan Dinkes harus tegas.

Sutrisno juga menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keberhasilan program ini di daerah.
“Peran Dinas Kesehatan daerah dalam program MBG ini adalah sebagai pengawas teknis gizi dan keamanan pangan, mereka ( Dinkes ) harus memastikan bahwa kalori, protein,
Dan mikronutrien yang diterima anak-anak sesuai standar, Produk tinggi gula dan camilan kemasan tentu bukan tujuan dari program ini,” tambahnya.
Jangan sampai kesehatan anak-anak kita dikorbankan demi mencari keuntungan dari pengadaan snack murah.” Ujar Sutrisno mengakhiri ucapan nya.
( Redaksi TR / Sri.N )















